KRITIK DAN ESAI CERPEN PEREMPUAN BERPIJAR UNGU
KRITIK DAN ESAI CERPEN PEREMPUAN BERPIJAR UNGU
ESAI
Cerpen yang berjudul Perempuan Berpijar Ungu karya M. Shoim Anwar ini menceritakan tentang seorang wanita bertemu dengan seorang perempuan bernama Loly. Loly disuruh Profesor Bross untuk menemui wanita tersebut. Cerpen ini mengisahkan tentang kisah hidup seseorang yang ingin melakukan perubahan pada diri manusia dengan melakukan percobaan menggunakan DNA hewan yang memiliki kelebihan untuk di suntikkan pada bayi yang telah di ambilnya dari seorang perempuan yang di buat hamil dan melahirkan dengan percobaan yang dilakukannya.
Nama saya Loly. Saya datang dari seberang gurun. Saya ke sini berbekal sebuah kartu nama yang diberikan oleh Profesor Bross," kata perempuan itu.
"Saya hanya disuruh menghadap pemilik kartu nama ini. Katanya, kartu nama ini sudah berumur sekitar dua puluh satu tahun. Dan saya yakin, kaulah pemilik kartu ini. Ya kan?"
"Ya."
"Terus, apa lagi pesan Profesor Bross?"
Dari kutipan tersebut, tampaknya Profesor Bross mengenal wanita tersebut. Ternyata, dua puluh satu tahun silam, Profesor Bross pernah ingin punya anak yang hebat bersama wanita itu.
"Aku ingin punya anak yang hebat," kata Profesor Bross dua puluh satu silam.
"Secara genetika, anak tergantung orang tuanya. Kalau kau memang benar-benar hebat, anakmu kemungkinannya juga hebat," jawab wanita itu.
Dari kutipan tersebut sudah jelas bahwa Profesor Bross benar-benar menginginkan anak yang hebat. Profesor Bross menjelaskan bagaimana dulu ia melakukan segala cara untuk anak tersebut. Aku puas. Bayi wanita itu tumbuh sesuai dengan harapanku. Kini aku masih mengasingkannya. Suatu saat nanti, kau pasti akan melihat anak itu. Dia akan datang dengan membawa kartu namamu. Jangan kaget jika dia tidak seperti manusia pada umumnya: kulitnya bercahaya, matanya membara, dan tulang-tulangnya sangat kokoh. Tanpa sepengetahuanmu, sebelum dan sesudah dia kumasukkan dalam rahimmu, aku telah menyuntikkan DNA ubur-ubur ke dalamnya. Selang beberapa waktu, ke dalam sel matanya, aku juga menyuntikkan DNA mata kucing dan burung hantu.
Jangan lupa, aku juga memasukkan ke dalam dirinya fosfor tingkat tinggi dari kunang-kunang. Yang terakhir, ke dalam sel-sel tulangnya juga aku suntikkan DNA kuda. Dia adalah manusia masa depan. Kau mungkin berpikir ini tidak masuk akal. Tentu saja, persoalan teknis tak mungkin aku ceritakan. Sekian. "Dan Profesor Bross telah menepati janji bahwa wanita itu akan bertemu dengan perempuan yang tidak lain adalah anak yang dikandungnya dulu. Memang tidak masuk akal, tapi setelah lahir perempuan itu bisa tumbuh seperti manusia pada umumnya. Namun, ada sesuatu yang membuatnya berbeda. Dari kejauhan perempuan yang bernama Loly itu berpijar-pijar memuncratkan cahaya berwarna ungu.
KRITIK
Cerpen karangan M. Shoim Anwar memberi pelajaran agar senantiasa selalu bersyukur dengan apa yang telah digariskan atau di takdirkan Tuhan. akhir ceritanya. Tidak dijelaskan pula apa yang akan dilakukan perempuan/Loly ketika wanita itu memberinya pisau. Jadi akhir cerita dari cerpen ini kurang jelas.
Komentar
Posting Komentar