KRITIK DAN ESAI CERPEN MANDIKAN MAYATKU DENGAN TUAK

KRITIK DAN ESAI CERPEN MANDIKAN MAYATKU DENGAN TUAK

ESAI
    Cerpen yang berjudul Mandikan Mayatku dengan Tuak karya M. Shoim Anwar ini menceritakan tentang kehidupan Sogol yang bekerja dengan membuka warung tuak dan dilengkapi jajanan kecil di depan rumah. Sedangkan Kasmini istri Sogol menjadi buruh cuci dan seterika pakaian dari rumah ke rumah. Sebelum membuka warung tuak Sogol berprofesi di bidang kesenian kuda lumping tetapi penghasilan dari profesi tersebut kian melorot sehingga Sogol berhenti dari profesi tersebut.

      Sogol pernah meminta kepada teman-temannya yang sering nongkrong di warung miliknya, jika Sogol meninggal maka jasadnya dimandikan dengan air tuak dan diiringi dengan tabuhan kuda lumping. Hal itu dapat dilihat dari kutipan berikut.

"Hidup dari tuak, mati pun harus dengan tuak. Kamu harus melaksanakan."
"Ada satu lagi amanatku," Sogol kembali angkat bicara.
"Amanat!"
"Ini serius. Di samping dimandikan dengan tuak, saya minta diiringi tabuhan kuda lumping saat saya dimandikan dan dibawa ke kubur."

  Dari kutipan tersebut, sudah tampak jelas bahwa jika Sogol meninggal nanti, ia meminta teman-temannya untuk memandikannya dengan air tuak. Tidak masuk akal memang, namun itu permintaan dari Sogol. Namun, ketika Sogol meninggal, permintaan itu akhirnya tidak dikabulkan oleh istrinya. Hal itu dapat dilihat dari kutipan berikut.

 "Saya ini istri almarhum Kang Sogol. Sayalah yang berhak menentukan. Saya minta jenazah suami saya diperlakukan seperti wajarnya. Maafkan suami saya. Saya minta Pak Modin...Pak Modin...," suara perempuan itu semakin bergetar.

  Dari kutipan tersebut, istri Sogol menginginkan bahwa jenazahnya dimandikan seperti jenazah pada umumnya.

KRITIK

  Dalam cerpen Mandikan Mayatku dengan Tuak karya Shoim Anwar ini menceritakan tentang permintaan Sogol ketika meninggal dunia dimandikan dengan air tuak. Karya cerita pendek ini dirasa tidak masuk akal karena teman-teman Sogol benar-benar akan melakukan amanat Sogol yang tidak pada umumnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Esai Sastra Cerpen “Laboratorium Tikus” Karya M. Shoim Anwar

KRITIK DAN ESAI CERPEN PEREMPUAN BERPIJAR UNGU