Cerpen Gembritt Foury Karya Shoim Anwar
Cerpen Gembritt Foury Karya Shoim Anwar
Cerpen ini menceritakan tentang kaum yang berpikir egois yang mementingkan kaumnya dan tidak mengharapkan kaum lain ada di sekitarnya.Kaum yang tidak diinginkan adalah kaum berkulit hitam. Di suatu trempat di Herndon Avenue terdapat daerah pemukiman campuran dimana terdapat kaum kulit hitam dan kulit putih. Namun kaum yang lebih mendominasi adalah kaum kulit putih. Kaum tersebut banyak melakukan tindak kekerasan kepada kaum kulit hitam yang dianggap tidak sepadan dengan kaum kulit putih dan harus dimusnahkan. Salah satunya terjadi pada keluarga Gembritt yang merupakan keluaraga kombinasi anatara kaum kulit hitam dan kaum kulit putih yang mendapatkan kekerasan bahakan pembunuhan secara tiba-tiba karena perbedaan pada lingkungannya.Pemikiran rasis yang dilakukan ileh kaum kulit putih dipengaruhi oleh politik yang dianggap sebagai lahan untuk bisa mecapai kekuasaan yang diinginkan.
Shoim Anwar dan Gembritt berkawan cukup akrab tetapi Shoim tidak mengenal Gembritt secara utuh. Saat Shoim berkunjung ke apartemen Gembritt tiba-tiba terdengar tembakan di luar. Mereka terkejut. Tembakan terjadi di bawah apartemen Gembritt. Gembritt bangkit dan Shoim menyusulnya serta bersama-sama melihat ke bawah melalui kaca jendela. Gembritt menceritakan kejadian ini merupakan ulah kaum oposisi dan lebih tepatnya 'POLITIK'. "Politik itu ladang yang paling banyak ditaburi dosa karena ambisi kekuasaa. Mulanya berjanji akan memperjuangkan nasib rakyat. Tapi lama-lama rakyat diperas. Kekayaan negara diserap dan ditumpuk untuk anak cucunya dengan didirikan perusahaan di mana-mana. Pemimpin ini memberikan jabatan-jabatan penting pada segenap keluarga, kendati sebenarnya tidak becus. Mereka membentuk jaringan-jaringan politis dan ekonomis. Aku takut penggantinya nanti juga demikian.
Situasi Havana semakin kacau. Yel-yel mahasiswa tambah berani di jalan-jalan. Pertumpahan darah mulai terjadi antar tentara dan massa. Karena keadaan semakin mengkhawatirkan, rindu tahan air tiba-tiba menjadi kuat dalam diri Shoim Anwar. Shoim Anwar ingin kembali ke Indonesia cepat-cepat. Sudah seminggu sejak kejadian itu Shoim Anwar dan Gembritt tidak bertemu. Shoim Anwar ingin menemui Gembritt meskipun Shoim Anwar tahu bahwa Gembritt mengantongi ketidakberesan. Shoim Anwar ingat bahwa kunci kamar Gembritt Ia bawa kala itu Gembritt yang memberikan. Shoim Anwar langsung menuju apartemen Gembritt. Sesampai di depan pintu kamat Gembritt perasaannya jadi tidak enak. Keinginan menjadi kuat untuk membuka kamar Gembritt.
Pintu berhasil dibuka dan di dalam Gembritt terkapar di lantai. Tampak darah berceceran dan sudah mulai mengering. Tampaknya darah itu bekas mengalir dari dadanya. Shoim Anwar bingung dan ada ketakutan. Ia tak mau terlibat dalam masalah ini maka Ia harus segera meninggalkan Negara ini. Ia harus kembali ke tanah air. Dua hari setelah kejadian surat jalan Ia dapatkan. Segera Ia ke bandara setelah mengantre pemeriksaan petugas giliran Shoim Anwar yang diperiksa tiba-tiba seorang petugas tiba-tiba menatap Shoim Anwar dengan tegas. Ia mengatakan bahsa Shoim Anwar terlibat dalam pembunuhan Gembritt Foury. Dengan cepat Shoim Anwar digiring dua orang polisi menuju pintu bandara dan ditangkap.
Kritik
Dalam cerita pendek tersebut tidak diceritakan secara rinci tentang kelanjutan nasib Shoim Anwar yang membuat pembaca penasaran ingin mengetahui utuh cerita ini.
Komentar
Posting Komentar