KRITIK DAN ESAI CERPEN DAERAH GARONG

KRITIK DAN ESAI CERPEN DAERAH GARONG



      Cerpen yang berjudul Daerah Garong karya M. Shoim Anwar ini menceritakan tentang tokoh 'aku' yang berada di stasiun dan mengalami penodongan oleh penjahat. Cerpen ini mengisahkan tentang kisah hidup seseorang yang sedang melakukan mudik ke kampung halaman yang mengalami kecopentan meliputi semua uang yang dia miliki, arloji dan bahkan baju yang ia kenakan. 

  Cerpen ini menceritakan tentang kisah seorang laki-laki yang mengalami tindakan kriminal di stasiun ketika ia akan pergi untuk menemui keluarganya di kampung halaman. Ia telah di rampok oleh orang yang tidak dikenal dari uang sampai baju yang ia kenakan sehingga ia tidak bisa pulang untuk bertemu dengan keluarganya karena jangankan uang baju saja ia sudah tidak punya karena sudah diambil oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

  Uang hasil kerja selama tiga bulan dirampas begitu saja. Ia mengumpat Bajingan tengik!. Stasiun semakin sepi. Udara dingin mengalir dari hamparan sawah. Kemudian ada seorang lelaki melangkah pelan mendekatinya. Dia berdiri sambil melihat-lihat papan jadwal kereta. Kemudian Ia berbincang-bincang dengan seseorang itu. Singkat cerita Ia menceritakan tentang perampokan yang dialami barusan dan mengatakan untungnya masih ada uang yang Ia simpan di dalam saku celana dalamnya. Orang itu terlihat simpati  dan merasa iba dengan kejadian yang dialaminya.

KRITIK

  Dalam cerpen hanya diceritakan tentang keadaan terakhir tokoh dalam sebuah kamar mandi dan sedang kehilangan pakaiannya. Tidak dijelaskan tindakan apa yang akan dilakukan oleh tokoh tersebut. Sehingga membuat pembaca bertanya-tanya tentang akhir dari kisahnya.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Esai Sastra Cerpen “Laboratorium Tikus” Karya M. Shoim Anwar

KRITIK DAN ESAI CERPEN PEREMPUAN BERPIJAR UNGU

KRITIK DAN ESAI CERPEN MANDIKAN MAYATKU DENGAN TUAK