KRITIK DAN ESAI CERPEN DI JALAN JABAL AL-KAABAH

KRITIK DAN ESAI CERPEN DI JALAN JABAL AL-KAABAH

ESAI

    Cerpen yang berjudul di Jalan Jabal Al-Kaabah karya M. Shoim Anwar menceritakan tentang perjalanan ibadah Tuan Amali dan Nyonya Tilah ke tanah suci. Di jalan Jabal Al-Kaabah, Tuan Amali biasanya memberikan sedikit rezeki kepada anak-anak yang cacat itu. Tuan Amali merupakan kepala desa namun bukan penduduk asli desa tersebut. Tuan Amali berdoa semoga penduduk desanya yang tadinya sebagian besar pengemis, bisa menemukan pekerjaan yang selayaknya. Dia selalu melihat deretan anak-anak berkulit hitam duduk di tanah sambil menggerak-gerakkan kedua lengannya yang putus pertanda minta sedekah. Dengan baju lusuh warna gelap mereka menonggolkan lengan buntungnya agar dilihat semua orang yang lewat. Mereka hampir selalu muncul selepas jalan Jabal Al-Kaabah hingga mendekati area masjid. 

   Suatu ketika Tuan Amali tanpa didampingi Nyonya Tilah menuju ke depan Al Hadeel Hotel, di saat situasi ramai, Tuan Amali melihat seseorang memotret salah satu anak buntung yang meminta-minta. Tiba-tiba seorang perempuan bercadar hitam menghalangi  pemotretan itu. Maksudnya sangat jelas, si anak dilarang dipotret. Seorang perempuan lain nekad mendekati salah satu anak dan meraba-raba lengan atasnya hingga dekat leher. Dengan cepat pakaian anak itu ditarik ke samping. Maka terkuaklah kebohongan mereka. Ternyata lengan anak-anak itu tidak buntung. Tuan Amali merasa perlu bertindak jauh. Dia merasa selama ini anak-anak sudah menipu banyak orang. Tuan Amali meninggalkan tempat tersebut dan rasanya dia ingin segera bicara dengan Nyonya Tilah.

KRITIK
    Dalam cerpen yang berjudul di Jalan Jabal Al-Kaabah karya M. Shoim Anwar ini menceritakan tentang Tuan Amali yang merasa iba dengan anak-anak cacat di Jabal Al-Kaabah. Dalam cerpen ini, sebenarnya cerita yang disampaikan menarik, tetapi ceritanya sangat tanggung tidak diselesaikan, sehingga pembaca bertanya-tanya bagaimana reaksi Nyonya Tilah setelah mengetahui kabar yang sebenarnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Esai Sastra Cerpen “Laboratorium Tikus” Karya M. Shoim Anwar

KRITIK DAN ESAI CERPEN PEREMPUAN BERPIJAR UNGU

KRITIK DAN ESAI CERPEN MANDIKAN MAYATKU DENGAN TUAK