Resensi Cerpen Tikus Parlemen
Resensi Cerpen Tikus Parlemen
Judul Cerpen: Tikus Parlemen Nama Pengarang: M. Soim Anwar Penerbit: Delima Sidoarjo, Jawa Timur Tebal Buku: 268 halaman Cerpen yang diresensikan, halaman 01-257 Cetakan: Pertama, Maret 2019: M. Shoim Anwar lahir di Desa Sambong Dukuh, Jombang, Jawa Timur sudah malang melintang di dunia sastra. Ia memang dikenal sebagai cerpenis, namun tulisan-tulisan yang dimunculkan juga dalam bentuk esai sastra. Shoim muda, setamat dari SPG di kota kelahirannya (1984), dia melanjutkan ke Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, IKIP Surabaya/Universitas Negeri Surabaya, hingga memperoleh gelar doktor. Program S2 dan S3 diselesaikan dengan predikat cumlaude. Shoim banyak menulis cerpen, novel, esei, dan puisi.
Isi cerpen Tikus Parlem yang menggambarkan tentang kekuasaan yang disalah gunakan atu digunakan secara semena-mena. Dalam kehidupan sosial sehari-hari. Terlihat pada sebuah cerita yang menjelaskan tentang pemotongan pohon yang angker seorang pejabat menyuruh bawah hanya dengan memaksa untuk memotong pohon itu tanpa mautau apa yang terjadi tentang cerita pohon itu dan tanpa meberikan solusi sama sekali. Dan ada, sebuah lagi cerita tentang seorang yang memiliki jabatan profesor yang mengingikan anak yang luar biasa maka ia melakukan segala cara agar mendapatkan anak yang luar biasa dia mensuntikan beberapa cairan-cairan dari binatang yang kemudian di suntikan pada anaknya.
Tema: Kehidupan sosial, Setting: di kota dan pedesaan, Alur: maju dan mundur, Amanat: “Kekuasaan dengan nafsu sesaat hanya membuat kenikmatan sesaat dan mengakibatkan keterburukan sendiri”. Unsur Ekstrinsik Nilai Moral : Keuasaan itu bukan nafsu sesaat kenikmatan dunia, hal seperti ini hanya membuat seseorang terjun dalam keterpurukannya, penyesalan dan kehilangan harga dirinya. Nilai Sosial : Jabatan setinggi apapun sepatutnya tetap menghargai sesama dan makhluk hidup lainnya. Serta, alangkah baiknya seseorang berinteraksi telah saling mengenali satu-sama lain. Nilai Budaya : Dalam cerpen ini sangat menggambarkan suasana sistem kekuaasaan di negara itu dan adat tunduk serta hormat pada seorang pejabat.
Kelebihan & Kekurangan, kelebihan buku kumpulan cerpen Tikus Parlemen ini mempunyai tema tentang kehidupan sosial yang mungkin kita pernah mengalaminya. Diceritakan dengan gaya bahasa yang sangat khas dan empuk, sangat sederhana serta mudah dipahami bagi pembaca. Buku ini memberikan kesan imajinatif bagi para pembaca sehingga pembaca seolah ikut merasakan apa yang tertulis dalam buku kumpulan cerpen yang berjudul Tikus Parlemen ini. Buku kumpulan Cerpen Tikus Parlemen mempunyai kekurangan tentang pemilihan diksinya yang agak sulit di fahami, dan penyampaiannya unkapan bahasa yang sesekali menggunakan bahasa Jawa. Karena pembaca buku ini kemunginan bukan hanya dari latar belakang orang Jawa saja. Penutup buku ini juga tidak cocok dibaca untuk semua kalangan karena ada beberapa sepenggal kisah yang tidak boleh dibaca oleh remaja di bawah umur.
Komentar
Posting Komentar