Kritik dan Esai Sastra Cerpen Tikus Parlemen

Kritik dan Esai Sastra Cerpen “Tikus Parlemen” Karya M. Shoim Anwar


            Dalam cerpen “Tikus Parlemen” yang ditulis oleh M. Shoim Anwar, di dalam cerpen tersebut pengarang menggunakan bahasa kiasan yang sering digunakan sehari-hari. Meskipun menggunakan bahasa kiasan ada yang sulit di fahami tetapi relatif sedikit, lebih memakai bahasa sehari-hari namun pengarang membuat kata-kata tersebut disusun dengan rapi dan menarik sehingga pembaca tidak mearasa bosan untuk membacanya. Bahasa yang diigunakan dalam cerpen ini mudah dipahami oleh pembacanya sehinnga makna yang ingin disampaikan oleh pengarang dapat diserap oleh pembaca.
           Dalam cerpen “Tikus Parlemen” pengarang mencoba untuk menjelaskan kehidupan sosial di negara Indonesia yang serat dengan nilai-nilai keteladana yang baik kita tiru dan yang jelek kita tinggalkan. Terlihat pada sebuah cerita cerpenya yang berjudul Tikus Parlemen yang menceritakan tentang kantor parlemen yang diserang kawanan tikus dan nenyebabkan kepanikan sana sini dan tidak ada yang bertangung jawab atas hal itu, menyebabkan warga sekitar panik dan resah atas kejadian itu. Banyak sekali masyarakat kecil yang di sekitar kantor parlemen menjadi korban  dari perbuatan para pejabat pimpinan tidak ada yang bertanggung jawab atas hal ini. Tanpa mereka sadari bahwa yang mereka lakukan itu berimbas pada masyarakat kecil namun bagi para penguasa yang terpenting adalah harta dan kekuasaan. Orang-orang kecil tidak bersalah harus ikut bertanggung jawab atas masalah ini.
            Agar ceritanya lebih menarik pengarang mencoba untuk membungkus makna yang ingin disampaikan dengan bahasa yang sedemikian indah. Namun secara keseluruhan cerpen di atas merupan tentang kehidupan sosial yang ada di Indonesia. Seseorang yang membaca cerpen di atas secara keseluruhan akan memahami isi dari cerpen tersebut. secara keseluruhan cerpen “Tikus Parlemen” di atas sangat menarik. Cerpen di atas merupakan cerita tentang kehidupan sosial yang mungikin pernah ada di Indonesia. Nilai-nilai yang dapat kita ambil dari cerpen di atas sangat banyak salah satunya adalah nilai kejujuran dan bersaing secara sehat agar tidak ada orang-orang yang tidak bersalah menjadi korban dari perbuatan yang kita lakukan. Tetapi pada kenyataannya banyak pada zaman sekarang yang namanya kejujuran menjadi hal yang tidak penting untuk dilakukan.
     Kelebihan & Kekurangan, kelebihan  cerpen Tikus Parlemen ini mempunyai tema tentang kehidupan sosial yang mungkin kita pernah mengalaminya. Diceritakan dengan gaya bahasa yang sangat khas dan empuk, sangat sederhana serta mudah dipahami bagi pembaca. Buku ini memberikan kesan imajinatif bagi para pembaca sehingga pembaca seolah ikut merasakan tertulis dalam cerpen yang berjudul Tikus Parlemen ini. Cerpen Tikus Parlemen mempunyai kekurangan tentang pemilihan beberapa pemilihan diksinya yang agak sulit di fahami.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Esai Sastra Cerpen “Laboratorium Tikus” Karya M. Shoim Anwar

KRITIK DAN ESAI CERPEN PEREMPUAN BERPIJAR UNGU

KRITIK DAN ESAI CERPEN MANDIKAN MAYATKU DENGAN TUAK